sahabat | Anugrah Terindah
Home | About
Serach:  
Explore Your Friendship...
 
Jun
07
    
History of Offshore Structure
Posted (bud's) in Technology on June-7-2007

Pengembangan dengan struktur terapung sebagai solusi atas perkembangan ladang minyak di laut-dalam sebenarnya telah dimulai sejak 1983, yaitu dengan dipasangnya anjungan Exxon’s Lena sebagai jenis guyed tower di perairan Teluk Meksiko pada kedalaman 310m (1.018ft). Pada saat itu Lena telah memenuhi syarat sebagai sebuah instalasi perairan-dalam. Struktur towernya diikat oleh 20 line tali baja. Meskipun tidak sepenuhnya mengapung di tempatnya, namun terdapat suatu tangki pengapung yang ditambahkan pada rangkanya untuk menambah stabilitasnya.

Lena segera disusul oleh anjungan jenis Tension Leg Platform (TLP), Conoco’s Hutton yang dipasang di Laut Utara pada tahun 1984. Walaupun sebenarnya bukan sebagai sebuah instalasi perairan-dalam, karena dikonsep untuk kedalaman hanya 148m (486ft), namun ternyata Hutton telah memperlihatkan sebuah teknologi TLP yang nyata-nyata mampu diaplikasikan untuk industri eksplorasi dan produksi. Lebih dari itu, ternyata konsep Hutton sangat berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih jauh di perairan yang lebih dalam.

Pada perkembangan selanjutnya, setelah anjungan Shell’s Bullwinkle dipasang pada tahun 1988 (mulai berproduksi tahun 1991) di perairan berkedalaman 412m (1.353ft) dan BP’s Pompano dipasang di kedalaman 393m (1.290ft) pada tahun 1994, kalangan industri mulai memahami bahwa aplikasi struktur jenis terpancang di dasar perairan (bottom-supported) telah mencapai batasnya. Aplikasi untuk perairan yang lebih dalam menuntut konsep anjungan yang berbeda.

Sebuah ladang minyak raksasa cukup memiliki cadangan dan kelayakan untuk menjastifikasi penggunaan sebuah struktur anjungan besar dengan berat topside hingga 40.000 ton dan kapasitas produksi minyak hingga 200.000 barel per hari atau lebih besar lagi. Tetapi untuk suatu ladang laut-dalam kategori marginal, yaitu dengan cadangan dan kapasitas produksi yang lebih kecil, menuntut suatu “solusi hemat” guna memenuhi kriteria ekonomis dari pihak industri.

Untuk menjawab kebutuhan ini, maka terdapat dua konsep pendekatan dasar yang cukup populer untuk masalah ini. Pertama, konsep dengan pembuatan sumur bawah-laut (subsea well) yang dihubungkan dengan fasilitas yang sudah ada sebelumnya. Kedua, konsep instalasi minimalis-mandiri, yang mencakup kemampuan prosesing, peralatan eksport produk dan fasilitas akomodasi kru.

     Read More   

Comments are closed.


  • Categories

    • Economic & Finance (1)
    • Education (1)
    • Health & Care (14)
    • Info & Tips (1)
    • Public (2)
    • Technology (1)
    • Today (3)
    • uncategories (1)
  • Archives

    • April 2008
    • January 2008
    • August 2007
    • June 2007

  • Blogroll

    • Andrayogi
    • Digitalgrafis
  • Sahabat Kita

    • Aa ii
    • Andhi
    • Andryan
    • Danil
    • Erik Wahyu
    • Haruka
    • Kabumi
    • Kocin
    • Rere
    • Rusty Non
    • Sweet Orange
  • Meta

    • Log in
    • Valid XHTML
    • XFN
    • WordPress

Copyright © sahabat. All rights reserved.
Supported By : Online directory and web directory
Blog design by:AskGraphics and Sponsored by Sayap Timur