<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>sahabat</title>
	<atom:link href="http://sahabat.menin1eastwing.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahabat.menin1eastwing.com</link>
	<description>Anugrah Terindah</description>
	<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 11:22:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Yang Ke - 1 Ya Sayang&#8230;</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/04/17/selamat-ulang-tahun-yang-ke-1-ya-sayang/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/04/17/selamat-ulang-tahun-yang-ke-1-ya-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 12:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Today]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[
Assalamu alaikum,
ade Rana, hari ini ade genap 1 tahun, dan 1 tahu  pula ade ayah &#38; bunda hidup bersama dengan bahagia, bahagia ade adalah bahagia ayah dan bunda, tangisan ade juga adalah rasa sedih ayah dan bunda yang insya allah Allah mencatatnya sebagai bagian dari ihktiar ayah dan bunda mencintai dan menyayangi ade karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="file:///D:/DATA%20LAIN%20LAIN%20arabudi/Holiday%20in%20Bali/IBU/rana4.jpg" alt="" /><img class="1" style="vertical-align: baseline; border: 3px solid black; margin: 1px;" src="http://photos.friendster.com/photos/43/07/12497034/1_193524979l.jpg" alt="rana" width="120" height="154" /></p>
<p>Assalamu alaikum,</p>
<p>ade Rana, hari ini ade genap 1 tahun, dan 1 tahu  pula ade ayah &amp; bunda hidup bersama dengan bahagia, bahagia ade adalah bahagia ayah dan bunda, tangisan ade juga adalah rasa sedih ayah dan bunda yang insya allah Allah mencatatnya sebagai bagian dari ihktiar ayah dan bunda mencintai dan menyayangi ade karena Allah.</p>
<p>Ade Rana&#8230;, pipis, bahkan &#8216;ee&#8217; yang membasahi badan dan baju ayah serta bunda adalah sebuah kebahagiaan yang tak terkira tatkala anak yang disayanginya berbuat.</p>
<p>Ade Rana&#8230;, Maafkan Ayah &amp; Bunda, jika ada salah dalam menyayangi dan membesarkan ade, dan di hari yang berbahagia ini hanya Do&#8217;a yang ikhlas dan tulus dari Ayah dan Bunda&#8230;,</p>
<p>Ya Allah Jadikanlah anak kami Rana anak yang Shalehah, yang taat akan perintah dan larangan-Mu</p>
<p>Ya Allah jadikanlah dia anak yang selalu berbakti dan hormat pada orang tua, sayang dengan sesama</p>
<p>Ya Allah berikanlah kesehatan jasmani dan rohani serta kecerdasan sehingga menjadi anak yang berguna bagi agama bangsa dan negara</p>
<p>Ya Allah mudahkanlah ikhtiar dan cita-citanya, dan mudahkanlah rizkinya.</p>
<p>Ya Allah berilah petunjuk dan jadikanlah kami sebagai orang tua yang bisa mendidik dan membina anak yang Kau Anugrahkan kepada kami di Jalan-Mu.</p>
<p>Anakku Rana, Doa dan rasa Sayang Ayah &amp; Bunda selalu bersama ade.</p>
<p>Selamat Ulang Tahun yang ke- 1</p>
<p>Peluk Cium dari Ayah &amp; Bunda</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/04/17/selamat-ulang-tahun-yang-ke-1-ya-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bekal Utama Berumah Tangga</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/01/30/bekal-utama-berumah-tangga/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/01/30/bekal-utama-berumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 01:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Public]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/01/30/bekal-utama-berumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[â€œApabila Allah menghendaki kebaikan pada suatu keluarga. Dia memperdalamkan pengetahuan agama kepada mereka. Menjadikan anak-anak mereka menghormati orang tua mereka. Memberikan kemudahan pada kehidupan mereka. Kesederhanaan dalam nafkah mereka dan memperlihatkan aib mereka, sehingga mereka menyadarinya,lalu menghentikan perbuatannya. Namun,apabila menghendaki sebaliknya, Dia meninggalkan dan menelantarkan mereka.â€ (H.R. Daaruqthni )
Â 
Semoga Allah yang Maha Mengatur Segala Kejadian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">â€œApabila Allah menghendaki kebaikan pada suatu keluarga. Dia memperdalamkan pengetahuan agama kepada mereka. Menjadikan anak-anak mereka menghormati orang tua mereka. Memberikan kemudahan pada kehidupan mereka. Kesederhanaan dalam nafkah mereka dan memperlihatkan aib mereka, sehingga mereka menyadarinya,lalu menghentikan perbuatannya. Namun,apabila menghendaki sebaliknya, Dia meninggalkan dan menelantarkan mereka.â€ (H.R. Daaruqthni )</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Semoga Allah yang Maha Mengatur Segala Kejadian serta Maha Memudahkan Segala Urusan melindungi hamba-hamba-Nya<span>Â  </span>dari sikap berkecil hati,terutama manakala kepada kita dikaruniakan niat dan keinginan untuk memiliki pasangan hidup. Sebagian kecil dari kisah kehidupan yang terpapar berikut ini, masya Alloh,telah menunjukan kepada kita betapa tidak mudah mengayuh bahtera rumah tangga itu. Tidak cukup hanya diawali dengan keinginan untuk menikah belaka. Karena<span id="more-28"></span>, ternyata tidak sedikit pasangan yang telah memasuki dunia rumah tangga menemui kenyataan bahwa pergantian hari-harinya telah menjadi pergantian kesusahan yang satu ke kesusahan berikutnya. Pernik-pernik masalah seakan telah menjadi seluruh dinding rumahnya.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Seorang ibu rumah tangga yang mengaku telah 16 tahun berumah tangga serta telah dikaruniai 3 orang putra-putri yang sehat dan cerdas, menumpahkan<span>Â  </span>keluhan mengenai masalah rumah tangganya di rubrik konsultasi sebuah <st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">surat</st1:place></st1:city> kabar. Dari segi materi duniawi, mereka keluarga yang berkecukupan karena keduanya bekerja di kantor.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Akan tetapi, ada ganjalan yang semula diabaikan dari pikiran sang istri. Ia merasakan pernikahannya terasa manis pada hari Sabtu dan Minggu saja, yakni ketika keduanya tidak ngantor, sehingga dapat berkumpul dengan seluruh keluarga. Selebihnya, dari Senin sampai Jumat, terasa hambar. Suaminya berkantor di sebuah gedung pusat perkantoran modern, yang menurut anggapan sang istri,tentulah setiap harinya akan bertemu dengan segala macam wanita, dari yang berbusana minim sampai yang bergaun sebatas tumit. Pemandangan semacam itu akan ditemui sang suami dari Senin hingga Jumat. Sedangkan, sang istri mengaku penampilannya di rumah biasa-biasa saja. Kini ia rasakan tidak lagi seramping dulu. Rata-rata suaminya pergi ke kantor sejak subuh dan pulang malam hari. Artinya, selama 15 jam setiap harinya. Ketika<span>Â  </span>tiba di rumah pun, kegiatan-nya hanya makan malam , lalu pergi tidur. Begitu yang terjadi setiap hari. Suaminya seperti sudah tidak mempunyai waktu lagi untuk berbincang-bincang dengannya. Kalaupun ia bertanya tentang sesuatu , jawaban yang keluar dari mulut sang suami singkat-singkat saja. Kalau suatu ketika ia bercerita tentang sesuatu, ia tidak tahu apakah didengarkan atau tidak karena suaminya Cuma diam dan acuh tak acuh. Kalaupun mengomentarinya, pastilah kata-kata yang terlontar itu berbau memojokkan sang istri.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Satu hal yang paling ia benci adalah saat tiba hari Minggu malam. Sepulang dari suatu tempat ,biasanya suaminya mulai ketus. Bahkan tidak jarang keduanya terlibat lagi dipersoalkan sang suami adalah sikap sang istri yang dinilai cerewet dan suka mengatur. Suaminya mulai bersikap baik lagi kalau tiba Jumat malam. Karena, Sabtu paginya mereka akan berkumpul<span>Â  </span>bersama lagi hingga Minggu petang. Yang lebih repot lagi, ia sering bermimpi<span>Â  </span>bahwa suaminya menyeleweng dengan wanita lain. Sehingga, kalau sang suami lagi tampak terdiam melamun, ia pun langsung teringat akan mimpinya tersebut. Karuan saja dari hari ke hari kian bergumpal kecemasan dan kegelisahan yang tak berujung dan berpangkal.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Itulah gambaran tentang satu<span>Â  </span>sisi<span>Â  </span>getir dari kehidupan berumah tangga, yang bias dialami oleh siapa saja, tanpa terkecuali. Lebih-lebih pada pasangan muda, yang notabene pengalaman berumah tangganya<span>Â  </span>masih sedikit. Tentu cerita nyata ini tidak mengajak siapa pun untuk bersikap pesimistis dan cemas sebelum berbuat. Bagaimanapun pernik-pernik<span>Â  </span>problematika rumah<span>Â  </span>tangga<span>Â  </span>semacam ini bisa juga terjadi menimpa kita. Terutama, kalau ada sesuatu yang tidak sempat kita persiapkan, baik sebelum memasuki gerbang pernikahan maupun setelah menjalani kehidupan berumah tangga. Faktor-faktor apa saja yang perlu kita persiapkan itu? Mudah-mudahan beberapa â€œresepâ€ ini kalau dicoba diterapkan, bisa membuat perjalanan pernikahan yang kita titi menjadi indah dan menenteramkan kalbu.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<h1>Bekal Ilmu<span>Â Â  </span></h1>
<p class="MsoNormal">Faktor yang pertama adalah bahwa sebuah rumah tangga akan menjadi kokoh,kuat, dan mantap kalau suami istri sam-sama mencintai ilmu. Rasullulah SAW pernah bersabda,â€Barangsiapa yang menginginkan dunia,(mendapatkannya) harus memakai ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat,(mendapatkannya) harus memakai ilmu. Barangsiapa yang menginginkan dunia dan akhirat (mendapatkannya pun) harus memakai ilmu.â€</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Artinya, bila ada yang bertanya, mengapa rumah tangga yang dijalaninya terasa berat, banyak kesulitan, dan tidak menemukan kedamaian, jawabannya adalah karena ternyata ilmu tentang berumah tangga yang dimiliki tidak sebanding dengan masalah yang dihadapi. Setiap hari akan selalu bertambah maslah, kebutuhan, maupun peluang munculnya konflik. Semua ini merupakan kenyataan hidup yang tidak akan pernah bisa dipungkiri .Bila pertambahan segala pernik kehidupan ini tidak diimbangi dengan pertambahan ilmu untuk menyiasatinya, maka pastilah sebuah keluarga tidak akan pernah mampu menghadapi hidup ini dengan bai Jangan heran kalau rumah tangga yang seperti ini bagaikan perahu yang kelebihan muatan. Dia akan tampak oleng, miring ke kiri, tak mau melaju denhgan semestinya, bahkan bias-bisa akan tenggelam karam.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Adapun ciri khas yang tampak adalah para penghuni rumah tangga itu selalu sangat mengandalkan emosi di dalam mengatasi setiap masalah yang muncul.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Ciri khas yang tampak dari keluarga yang tidak memiliki ilmu dalam berumah tangga adalah para penghuninya selalu sangat mengandalkan emosi di dalam mengatasi setiap masalah<span>Â  </span>yang muncul . Betapa tidak ! Karena, mereka tidak pernah tahu bagaimana cara menghadapi masalah yang selalu muncul seiring bertambahnya jumlah anggota keluarga. Seorang ayah yang kurang ilmu akan sangat mengandalkan kekerasan dalam mengatasi setiap persoalan<span>Â  </span>yang muncul. Ini dikarenakan semakin hari tuntutan kebutuhan hidup terus meningkat , sehingga potensial akan bertumpuk dalam pikiran , berjalin<span>Â  </span>berkelindan dengan beban stressing mental karena rutinitas kesibukan kantor.Manakala iman tengah menipis, kendati batin pun akan mengendur. Ini mengakibatkan tindakan mencari nafkah untuk mengatasi pertambahan kebutuhan tersebut<span>Â  </span>menjadi kurang terkontrol. Tak ayal , pertimbangan halal haram dan hak bathil<span>Â  </span>pun jadi tertepiskan.<span>Â  </span>Keberkahan atas rezeki yang diperoleh pun praktis terkikis. Ketika rezeki itu telah dinikmati<span>Â  </span>oleh istri dan anak-anak di rumah, maka tidak bisa tidak , ia bukannya membuahkan<span>Â  </span>ketenangan batin, melainkan kegundahgelisahan, yang ujung-ujungnya malah bisa menaikkan kadar emosionalitas sang ayah.<span>Â Â  </span></p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sementara itu, anak-anak semakin hari semakin beranjak besar. Ketika masih bayi mereka<span>Â  </span>butuh perhatian khusus. Keterbatasan ilmu orang tua, tidak bisa tidak, akan mengakibatkan bayi menjadi teraniaya, baik ketika itu maupun setelah mereka besar kelak. Tidakkah kalau mereka<span>Â  </span>menjadi penyakitan karena orang tua tidak mengetahui<span>Â  </span>cara memperhatikan aspek kesehatan mereka, akan membuat mereka menjadi sengsara dan menderita hidup di dunia? Tidakkah kalau mereka kelak menjadi rendah kadar intelektualitasnya, akan membuatnya tidak memiliki<span>Â  </span>prestasi hidup, sehingga menjadi manusia yang gagal dan tersisihkan? Bukankah kalau kelak mereka menjadi anak-anak nakal, tersesat dari jalan yang benar akan membuat mereka<span>Â  </span>menderita dunia akhirat ? Masih banyak lagi akibat buruk lainnya yang<span>Â  </span>akan menimpa<span>Â  </span>anak-anak karena kita para orang tua tidak memiliki bekal ilmu.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Belum lagi kalau pihak orang tua terlalu mengandalkan emosi dan kekerasan , sehingga praktis segala pendekatan<span>Â  </span>yang kita gunakan hampir<span>Â  </span>bisa dipastikan<span>Â  </span>selalu membuahkan kegagalan<span>Â  </span>dalam memecahkan masalah.<span>Â  </span>Menghadapi<span>Â  </span>anak-anak yang nakal dan enggan menuruti nasihat orang tua, misalnya. Tentulah<span>Â  </span>akan didekati dengan kepala and hati yang panas membara. Menghadapi istri yang terkesan rewel , sok mengatur, dan mulai membosankan , atau sebaliknya, menghadapi suami yang terkesan otoriter , banyak tuntutan , sering<span>Â  </span>telat pulang ke rumah, misalnya. Tentulah semua itu akan membuat rumah menjadi terasa gerah karena darah yang selalu bergolak panas. Naâ€™udzubillah!<span>Â Â Â Â  </span></p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Walhasil, sekiranya ada diantara<span>Â  </span>suami-istri yang jarang mendatangi majelis-majelis ilmu, enggan menyisihkan waktu untuk membuka bahan bacaan ataupun berdialog dengan orang yang lebih tahu, hampir dapat dipastikan rumah tangganya akan tidak seimbang, akan selalu dekat dengan kesusahan dan penderitaan batin, tidak arif dalam menyelesaikan aneka masalah, dan bukan mustahil<span>Â  </span>akan berujung pada kegagalan yang sangat menyakitkan dan merugikan. Oleh karena itu, tampaknya kita harus mempersiapkan bekal ilmu ini justru semenjak kita berkeinginan untuk menikah. Atau, kalaupun kita sudah lama berumah tangga , belum terlambat<span>Â  </span>untuk menyadari<span>Â Â  </span>bahwa<span>Â  </span>ilmu adalah bekal utama yang harus segera digapai. Jangan merasa sayang<span>Â  </span>untuk menyisihkan<span>Â  </span>sebagian<span>Â  </span>dari waktu maupun penghasilan<span>Â  </span>nafkah<span>Â  </span>kita untuk<span>Â  </span>menambah<span>Â  </span>ilmu. Apakah<span>Â  </span>itu untuk membeli<span>Â  </span>buku dan bahan bacaan lainnya<span>Â  </span>yang dibutuhkan, untuk<span>Â  </span>mendatangi majelis-majelis taâ€™lim<span>Â  </span>yang di dalamnya justru tidak hanya bertaburkan ilmu, tetapi juga rahmat dan pertolongan Allah , mengikuti<span>Â  </span>training, kursus, dan sejenisnya.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Ingat, gagalnya seorang ayah atau ibu dalam menyelesaiakan aneka masalah yang muncul di tengah-tengah keluarga, bukannya karena masalahnya yang berat atau rumit, melainkan<span>Â  </span>lebih dikarenakan<span>Â  </span>lemahnya<span>Â  </span>keterampilan dan sikap kita dalam menyikapi dan menyiasati masalah itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Jangan salahkan siapapun kalau rumah tangga kita dari hari ke hari selalu terasa runyam dan tidak nyaman. Salahkanlah diri sendiri sebagai orang tua yang enggan menjadikan ilmu sebagai bekal utama untuk mengarungi samudera kehidupan yang memang penuh ombak dan badai ini. Ilmu agama adalah utama, tetapi ilmu dunia<span>Â  </span>pun tak kalah pentingnya. Rumah tangga yang tidak dekat dengan ilmu adalah rumah tangga yang akan selalu dekat dengan kesusahan dan kesempitan. Camkanlah!</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<h1>Gemar Beramal</h1>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Ternyata setiap ilmu itu tidak membawa manfaat, kecuali bila sudah mewujud dalam bentuk amal. Rumus kehidupan ini sebenanya sederhana saja, yakni: seseorang<span>Â  </span>tidak akan mendapatkan<span>Â  </span>sesuatu dari apa yang<span>Â  </span>diinginkan, tetapi dari apa yang bisa ia lakukan. Karenanya,<span>Â  </span>syarat yang kedua bagi tercapainya rumah tangga yang ideal setelah menguasai<span>Â  </span>ilmu adalah gemar<span>Â  </span>mengamalkannya. Hidup ini bagaikan gaung di pegunungan. Apa yang kembali kepada kita tergantung dari apa yang kita bunyikan. Sekiranya menginginkan suatu kebaikan menghampiri kita, maka ia tidak bisa datang hanya<span>Â  </span>dengan cara meminta orang lain berbuat baik. Akan tetapi, terlebih dulu harus melakukan suatu kebaikan kepada orang lain.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Suami yang sibuk menyayangi dan membahagiakan istrinya lahir batin, niscaya akan mendapatkan balasan<span>Â  </span>yang amat mengesankan dari sang istri. Demikian pun kalau istri ingin disayangi dan dibahagiakan<span>Â  </span>suami. Jawabannya hanya satu : barangsiapa bisa memuliakan suaminya dengan ikhlas, Allah pun akan melembutkan hati sang suami untuk menyayanginya dengan penuh keikhlasan pula.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Jangan menuntut sesuatu<span>Â  </span>kepada orang lain, tetapi tuntutlah terlebih dahulu diri kita untuk berbuat suatu kebaikan semaksimal mungkin. Tidakkah Allah Azza wa Jalla<span>Â  </span>telah berfirman,â€Barangsiapa yang mengerjakan kebaiakan sebesar dzarrah pun,niscaya ia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar<span>Â  </span>dzarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasannya) pula. ?â€(Q.S. Az-Zalzalah[99]:7-8 ). Artinya, segalanya tergantung kita. Sesungguhnyalah balasan Allah itu akan<span>Â  </span>sangat dirasakan adilnya mana kala kita<span>Â  </span>menyadari satu hal, yakni bahwa segalanya akan<span>Â  </span>kembali kepada kita, tergantung apa bentuk amal yang dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Camkan sekali lagi :bahwa kita tidak akan mendapatkan sesuatu dari apa yang kita inginkan dan harapkan, tetapi kita akan mendapatkan banyak dari apa yang diberikan. Semakin gemar bersedekah, maka insya Allah akan semakin<span>Â  </span>melimpah rezeki hak kita dari -Nya. Semakin senang menolong orang lain, akan<span>Â  </span>semakin banyak<span>Â  </span>pula orang menolong kita. Semakin kita biasakan<span>Â  </span>untuk membahagiakan dan memudahkan urusan orang lain, maka rasakanlah, betapa akan semakin banyak hal-hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan<span>Â  </span>sementara segala urusan<span>Â  </span>kita pun dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla. Hendaknya di mana kita berada harus membuat orang lain<span>Â  </span>merasa diuntungkan<span>Â  </span>dengan kehadiran kita. Setidaknya keberadaan kita jangan<span>Â  </span>sampai merugikan orang lain. Rumah tangga yang memiliki komitmen hidup semacam ini<span>Â  </span>niscaya<span>Â  </span>akan mendapati betapa jaminan Allah itu teramat mengesankan. â€œ Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah<span>Â  </span>Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Menegtahui.â€(Q.S. Al-Baqarah[2]: 158)</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Sebaliknya, semakin pelit kepada orang lain, maka hidup ini akan terasa banyak<span>Â  </span>menemukan kesulitan. Semakin senang berlaku aniaya terhadap orang lain, niscaya akan semakin banyak yang menzhalimi kita. Demikian pun,<span>Â  </span>rumah tangga yang banyak menyakiti orang lain, niscaya akan menjadi rumah tangga<span>Â  </span>yang banyak tersakiti pula. Inilah rumus sunatullah<span>Â  </span>yang akan dialami oleh siapapun, sebagaimana pula yang telah<span>Â  </span>ditegaskan<span>Â  </span>oleh-Nya, â€œDan masing-masing orang memperoleh<span>Â  </span>derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan<span>Â  </span>Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. â€œ(Q.S. Al â€“Anâ€™aam[6]:132)</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Jadi,janganlah ingin menjadi suami yang disayangi istri, tetapi jadilah suami yang<span>Â  </span>menyayangi istri. Janganlah ingin dihormati<span>Â  </span>oleh anak-anak atau mertua, namun hormatilah mereka. Nanti toh semuanya akan kembali kepada kita jua. Janganlah ingin diberi sesuatu<span>Â  </span>oleh tetangga, namun berilah mereka. Nanti Allah akan menggerakkan hati mereka untuk<span>Â  </span>mengulurkan tangan bantuannya kepada kita. Walhasil, rumus yang kedua setelah ilmu sebagai bekal utama dalam berumah tangga, adalah hendaknya di mana pun kita berada menjadi orang yang selalu bisa berbuat sesuatu. Itulah amal-amal kebaikan.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<h1>Ikhlas</h1>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Ternyata<span>Â  </span>sehebat apapun<span>Â  </span>amal-amal kita tidak akan bermanfaat dihadapan<span>Â  </span>Allah, kecuali<span>Â  </span>amal-amal yang dilakukan dengan ikhlas. Orang yang ikhlas adalah orang<span>Â  </span>yang berbuat sesuatu tanpa berharap<span>Â  </span>mendapatkan apa pun ,kecuali ingin disukai oleh Allah. Inilah bekal utama ketiga dalam berumah tangga. Dalam mengarungi kehidupan ini akan banyak didapati aneka masalah. Kita pasti akan menemukan berbagai kesulitan ,kesempitan, dan kesengsaraan lahir batin, kecuali kalau mendapat pertolongan-Nya. Allah tahu persis kebutuhan kita, lebih tahu<span>Â  </span>daripada<span>Â  </span>kita sendiri. Dia tahu persis masalah<span>Â  </span>yang akan menimpa kita , lebih tahu daripada kita sendiri. Karenanya, Allah menjanjikan , â€œWa man yattaqillah yajâ€™allahu makhrajan.â€ (Q.S. Ath-Thalaaq [65]: 2) Rumah Tangga yang terus-menerus meningkatkan<span>Â  </span>ketaatannya kepada Allah , akan senantiasa<span>Â  </span>dikaruniai oleh-Nya jalan keluar atas segala urusan dan masalah yang dihadapinya. Anak-anak membutuhkan biaya , Allah akan mencukupi mereka karena<span>Â  </span>Dia Dzat yang Mahakaya. Pelacur,perampok, dan orang-orang zhalim saja diberi rezeki,bagaimana mungkin anak-anak kita<span>Â  </span>dilalaikan-Nya? Suami hatinya keras membatu, otoriter, dan suka bertindak kasar, apa sulitnya bagi<span>Â  </span>Allah<span>Â  </span>membolak-balikkan setiap hati, sehingga menjadi berhati lembut,baik, dan bijak.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Masalahnya, adakah keluarga kita layak mendapat jaminan-Nya ataukah<span>Â  </span>tidak? Kuncinya adalah bahwa rumah tangga yang selalu dekat<span>Â  </span>kepada Allah<span>Â  </span>dan sangat menjaga keikhlasan<span>Â  </span>dalam beramal, itulah rumah tangga yang layak<span>Â  </span>memperoleh<span>Â  </span>jaminan pertolongan -Nya. Semakin suatu rumah<span>Â  </span>tangga jarang shalat, enggan bersedekah<span>Â  </span>dan menolong orang lain, malas melakukan amal-amal kebaikan, ditambah lagi<span>Â  </span>berhati busuk, maka semakin letihlah dalam mengelola rumah tangga ini. Rumah seluas apa pun akan tetap terasa sempit kalau hati para penghuninya sempit. Ketika berada di lapangan yang luas , lalu menemukan anjing atau ular, kita toh tidak merasa gentar. Akan tetapi, ketika di kamar mandi , berdua dengan tikus saja bisa jadi masalah. Apa sebab ? Di ruangan kecil, perkara kecil<span>Â  </span>akan menjadi besar. Sebaliknya<span>Â  </span>diruangn yang lapang, perkara besar akan menjadi kecil. Karenanya, rumah tangga itu akan dirasakan kebahagiaannya hanya oleh orang-orang<span>Â  </span>yang berhati bersih dan ikhlas. Bila kita temukan<span>Â  </span>beberapa<span>Â  </span>kekurangan<span>Â  </span>pada istri kita , bukan masalah , karena toh isteri kita bukan malaikat. Demikian pun kekurangan yang ada pada suami, janganlah sampai jadi masalah, karena suami pun bukan malaikat. Kekurangan yang ada untuk saling dilengkapi, sedangakan kelebihannya untuk disyukuri. Lain lagi,bagi yang berhati busuk, kekurangan yang ditemukan pada istri atau suami akan dijadikan jalan untuk saling berbuat aniaya. Naâ€™udzubillah!</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Dalam kaca mata ruhiyah,bersatunya seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam satu ikatan pernikahan, adalah berhimpunnya<span>Â  </span>dua hati yang memiliki harapan mulia, yakni membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Demikianlah sesungguhnya<span>Â  </span>yang dikehendaki Allah yang memiliki sifat Rahman dan Rahim, sebagaimana firman-Nya, â€œDan diantara bukti-bukti kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya<span>Â  </span>untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapatkan ketenangan hati dan dijadikan-Nya rasa kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian<span>Â  </span>itu menjadi tanda-tanda<span>Â  </span>kebesaran â€“Nya bagi orang-orang yang berpikir.â€(Q.S. Ar-Ruum<span>Â  </span>[30]: 21)</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Namun, dalam sisi<span>Â  </span>lain, ternyata ikatan pernikahan<span>Â  </span>itu berarti juga berhimpunnya<span>Â  </span>dua manusia<span>Â  </span>yang memiliki aneka sisi perbedaan. Demikian pula halnya manakala dikemudian hari hadir anak-anak di tengah-tengah<span>Â  </span>mereka. Jenis kelaminnya<span>Â  </span>saja sudah berbeda, apalagi karakternya, emosinya, keinginannya ,harapannya, sikapnya terhadap sesuatu, dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><span>Â </span>Kalaupun sepasang suami istri tampak sering sejalan<span>Â  </span>dalammenyikapi dan melakukan berbagai hal, itu hampir dapat dipastikan<span>Â  </span>karena ada upaya dari masing-masingnya untuk rela saling menahan diri serta saling<span>Â  </span>mengorbankan apa-apa yang potensial bisa memicu perbedaan itu sendiri. Walhasil, lahirlah dalam rumah tangga yang mereka bina perasaan<span>Â  </span>tenteram,lapang hati , dan cinta kasih.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Itulah pula hikmah dari pernikahan itu sendiri, yakni dikaruniai-Nya mereka nikmat sakinah, mawaddah, warahmah. Titik-titik<span>Â  </span>perbedaan itu sendiri, sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan, terutama bila diantara mereka sudah tumbuh<span>Â  </span>keinginan untuk saling memaksakan<span>Â  </span>kehendak dan enggan saling<span>Â  </span>menghargai aspirasi masing-masing. Apalagi dan biasanya<span>Â  </span>kalau semua itu lahir dari karakter dan tingkat emosionalitas<span>Â  </span>masing-masing. Tidak jarang kita temukan rumah tangga yang hari-harinya<span>Â  </span>penuh dengan pertengkaran dan kesalahpahaman , sehingga tidak sedikit berakhir<span>Â  </span>dimeja perceraian.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Inilah justru bagian dari fenomena yang mungkin akan dihadapi oleh setiap pasangan suami istri, sehingga kita butuh<span>Â  </span>bekal yang efektif untuk menyikapi dan menyiasatinya, agar kemungkinan munculnya potensi konflik semacam ini bisa dihilangkan atau setidak-tidaknya diminimalisasi. Apakah bekal yang harus kita miliki itu ? Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla mengaruniai<span>Â  </span>kita ilmu yang bermanfaat serta kesanggupan untuk mengamalkannya dengan tepat.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<h1>Bersih Hati</h1>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setiap saat ujian dan aneka masalah bukan tidak mungkin akan datang mendera rumah tangga dengan tiba-tiba. Bagaimana seorang suami atau seorang istri<span>Â  </span>menyikapinya, ternyata tergantung dari satu hal, yakni qalbu !<span>Â  </span>Terserah kita, apa yang akan kita<span>Â  </span>lakukan<span>Â  </span>dengan masalah itu? Mau dibuat rumit, perumitlah. Nanti kita sendiri yang akan melihat dan merasakan buahnya.Namun, mau dibuat sederhana<span>Â  </span>juga, silakan sederhanakan , nanti kita<span>Â  </span>pun akan melihat dan merasakan buahnya.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Setiap masalah dalam rumah tangga bisa menjadi rumit dan bisa juga menjadi sederhana,tentu bergantung bagaimana kondisi<span>Â  </span>hati kita<span>Â  </span>yang kita miliki, yang akhirnya<span>Â  </span>membuat kita harus memutuskan langkah bagaimana menyikapinya. Padahal,bagi kita kuncinya hanya satu : sesungguhnya tak ada masalah dengan masalah karena yang menjadi masalah<span>Â  </span>adalah cara kita yang salah dalam menyikapi masalah.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Oleh sebab itu, hati yang bersih<span>Â  </span>adalah<span>Â  </span>bekal utama<span>Â  </span>keempat yang<span>Â  </span>harus dimiliki oleh para pelaku rumah tangga, setelah<span>Â  </span>memiliki bekal ilmu , amal,dan keiklasan. Bersih hati,tidak bisa tidak, akan menjadi senjata<span>Â  </span>pamungkas dalam menyiasati serumit<span>Â  </span>dan sesulit apapun masalah yang muncul dalam sebuah keluarga. Adapun buahnya hampir dapat dipastikan adalah rumah tangga yang tenang tenteram, penuh cinta kasih , dan selalu saling mengingatkan dalam hal mendekatkan diri kepada Allah<span>Â  </span>Azza wa Jalla. Sedangkan rumah tangga yang di dalamnya<span>Â  </span>banyak disebut nama Allah , banyak dikumandangkan ayat-ayat -Nya, dan mampu menyempurnakan<span>Â  </span>ikhtiar dalam mencari jalan keluar atas setiap masalah,niscaya akan menjadi keluarga yang sangat dekat dengan pertolongan â€“Nya dan akan menjadi suri tauladan bagi yang lain.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Subhanallah! Ujian dan masalah rumah tangga memang akan datang setiap saat, suka atau tidak suka. Namun,bagi<span>Â  </span>suami dan istri yang berhati bersih ,semua itu akan disikapi sebagai<span>Â  </span>nikmat dari Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Karena, bagaimanapun dibalik setiap ujian dan masalah itu pasti terkandung hikmah yang luar biasa mengesankan, yang akan<span>Â  </span>semakin meningkatkan,kedewasaan dan kearifan, sekiranya<span>Â  </span>mampu menyikapi<span>Â  </span>segalanya dengan tepat , yang hal ini justru lahir dari hati yang bening dan bersih dari segala noktah-noktah kekotoran hawa nafsu.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Ujian dan persoalan hidup yang menimpa justru benar-benar akan membuat kita<span>Â  </span>semakin merasakan indahnya hidup ini<span>Â  </span>karena yakin bahwa semua itu merupakan perangkat kasih sayang<span>Â  </span>Allah, yang membuat sebuah rumah tangga tampak semakin bermutu. Tidak usah heran, sehebat apapun kesulitan<span>Â  </span>hidup yang menimpa, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Tidak usah heran, sehebat apa pun kesulitan hidup yang menimpa , sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak akan pernah terguncang meski ombak dan badai saling menerjang. Pun laksana karang yang tegak tegar, yang tak akan pernah bergeser saat dihantam gelombang sedahsyat apapun. Sekali-kali tidak akan terbersit rasa putus asa ataupun keluh kesah berkepanjangan.</p>
<p class="MsoNormal"><o:p>Â </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Memang, betapa luar biasa para penghuni rumah tangga yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak akan pernah membuatnya lalai dari bersyukur. Andai pun musibah yang menerjang, ia akan mampu menegndalikan kayuh bahtera dengan tenang. Subhanalloh, sungguh teramat menegesankan.</p>
<p class="MsoNormal">Wallahu aâ€™lam Bisshowab</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center">Oleh : K.H. Abdullah Gymnastiar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2008/01/30/bekal-utama-berumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LOMBOK&#8230;wow&#8230;</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/21/lombokwow/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/21/lombokwow/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 14:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Today]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/21/lombokwow/</guid>
		<description><![CDATA[17 Agustus 2007, MERDEKA..!!!
Jum&#8217;at yang cerah akhirnya saya putuskan untuk berangkat ke pulau Lombok by my Shogun yang sudah di siapkan tadi malam. perjalanan 1,5 jam akhirnya sampai di Padang Bai pelabuhan di Bali untuk menyebrang ke pulau Lombok. Ferry yang membawaku menyebrang cukup besar dan muatannya cukup banyak. Indahnya laut selat Lombok seakan sayang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>17 Agustus 2007, MERDEKA..!!!</p>
<p>Jum&#8217;at yang cerah akhirnya saya putuskan untuk berangkat ke pulau Lombok by my Shogun yang sudah di siapkan tadi malam. perjalanan 1,5 jam akhirnya sampai di Padang Bai pelabuhan di Bali untuk menyebrang ke pulau Lombok. Ferry yang membawaku menyebrang cukup besar dan muatannya cukup banyak. Indahnya laut selat Lombok seakan sayang untuk di lewatkan begitu saja di atas kapal. Terik matahari, kencanganya tiupan angin samudra <span id="more-26"></span>tak membuatku beranjak di dek kapal, luar biasa pemandangannya. Lumba-lumba berkejaran seakan tidak mau kalah dengan kencangnya laju kapal.  Besarnya arus dan ombak dari arah Ausie menuju perairan Indonesia (orang kapal biasa menyebutnya perempatan), mengakibatkan kapal menjadi agak terombang-ambing dengan gerak tidak menentu, semakin kuat juga do&#8217;aku padaNya akan keselamatan semua dalam perjalanan itu. Pikiran sulit konsentrasi, pemandangan yang begitu indah sesaat menjadi kabur dan tidak lama kemudian&#8230;uuook..uuokk&#8230;, yah&#8230;akhirnya saya tidak kuat lagi menahan makanan dalam perut untuk di keluarkan..(yahhh..muntah..), sampai akhirnya 6 jam perjalanan di laut mulailah merapat kapalku di pelabuhan Lembar (Lombok). Lombok&#8230;waw&#8230;alhamdulillah akhirnya saya bisa sampai di Lombok dengan selamat, sungguh perjalanan yang luar biasa. Makasih Om Salam yang udah menjemput aku, maaf ga bilang kalo aku bawa motor&#8230;(hehehe..). Finally start riding in Mataram Lombok&#8230;asik banget&#8230;</p>
<p>Pantai Senggigi yang exotic makin lengkap di malam hari (makasih ya Om Salam, Tante Dedeh, Aga)&#8230;jagung bakarnya enak banget, cuma pedesnya itu lho&#8230;ga kuat, Lombok&#8230;</p>
<p>Jalan ke Narmada ga kalah ok, peninggalan sejarah kerajaan Hindu yang masih terawat dengan baik di Lombok. Let&#8217;s go&#8230;! to Lingsar, tempat wisata peninggalan sejarah antara Islam dan Hindu yang juga cukup terawat dengan rapih, ditempat ini pula perayan Perang Lempar Ketupat setiap tahunnya di adakan&#8230;kalo ga salah berada di dekat kaki gunung Rinjani dengan danau Anak Segara nya. mmmm&#8230;.(makasih ya Mas Bambang, K&#8217;Ocha, Adel, Evel, K&#8217; Wiwid, Hana dan si kecil lucu Hanny&#8230;great trip).</p>
<p>Sudah Makan Plecing (makanan khas Lombok berbahan dasar sayuran kangkung dll, dengan bumbu pecel khas Lombok..) dijamin nambah, apalagi di sandingkan dengan sate sapi&#8230;mmm..yummy&#8230;lengkap dengan pemandangan Pantai Senggigi yang terkenal itu. Ku kayuh canoe menyusuri pantai Senggigi dengan Palung nya. Tidak lengkap jika tidak byuuurr&#8230;! mandi di pantai&#8230;(ternyata asin juga airnya&#8230;iyalah..namanya jg air laut..).</p>
<p>hari minggu itu pun saya harus pulang, (makasih K&#8217;Ony perjalanan kita perjalanan yang luar biasa), dengan sunset, dan gemerapnya bintang-bintang di kesunyian tengah laut. Semoga di lain kesempatan aku sekeluarga bisa bersilaturahmi lagi dengan seluruh keluarga di Lombok. See you &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/21/lombokwow/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Thanx to</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/09/thanx-to/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/09/thanx-to/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 16:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Today]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/09/thanx-to/</guid>
		<description><![CDATA[aha&#8230;
finally I can write anymore..
thanx, for erik to gave me his space&#8230; I know its not just a simple space for writing.
I hope its can be usefull for us.
btw, nice shot guy&#8230;!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aha&#8230;</p>
<p>finally I can write anymore..</p>
<p>thanx, for erik to gave me his space&#8230; I know its not just a simple space for writing.</p>
<p>I hope its can be usefull for us.</p>
<p>btw, nice shot guy&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/08/09/thanx-to/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cancer (10) - Morphology</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/14/cancer-10-morphology/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/14/cancer-10-morphology/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2007 11:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health &amp; Care]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/14/cancer-10-morphology/</guid>
		<description><![CDATA[Cancer tissue has a distinctive appearance under the microscope. Among the distinguishing traits are a large number of dividing cells, variation in nuclear size and shape, variation in cell size and shape, loss of specialized cell features, loss of normal tissue organization, and a poorly defined tumor boundary. Immunohistochemistry and other molecular methods may characterise [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US">Cancer tissue has a distinctive appearance under the microscope. Among the distinguishing traits are a large number of dividing cells, variation in nuclear size and shape, variation in cell size and shape, loss of specialized cell features, loss of normal tissue organization, and a poorly defined tumor boundary. Immunohistochemistry and other molecular methods may characterise specific markers on tumor cells, which may aid in diagnosis and prognosis.</span><span id="more-24"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Biopsy and microscopical examination can also distinguish between malignancy and hyperplasia, which refers to tissue growth based on an excessive rate of cell division, leading to a larger than usual number of cells but with a normal orderly arrangement of cells within the tissue. This process is considered reversible. Hyperplasia can be a normal tissue response to an irritating stimulus, for example callus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Dysplasia is an abnormal type of excessive cell proliferation characterized by loss of normal tissue arrangement and cell structure. Often such cells revert to normal behavior, but occasionally, they gradually become malignant.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">The most severe cases of dysplasia are referred to as &#8220;carcinoma in situ.&#8221; In Latin, the term &#8220;in situ&#8221; means &#8220;in place&#8221;, so carcinoma in situ refers to an uncontrolled growth of cells that remains in the original location and shows no propensity to invade other tissues. Nevertheless, carcinoma in situ may develop into an invasive malignancy and is usually removed surgically, if possible.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Heredity</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Most forms of cancer are &#8220;sporadic&#8221;, and have no basis in heredity. There are, however, a number of recognised syndromes of cancer with a hereditary component, often a defective tumor suppressor allele. Examples are:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* certain inherited mutations in the genes BRCA1 and BRCA2 are associated with an elevated risk of breast cancer and ovarian cancer</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* tumors of various endocrine organs in multiple endocrine neoplasia (MEN types 1, 2a, 2b)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* Li-Fraumeni syndrome (various tumors such as osteosarcoma, breast cancer, soft-tissue sarcoma, brain tumors) due to mutations of p53</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* Turcot syndrome (brain tumors and colonic polyposis)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* Familial adenomatous polyposis an inherited mutation of the APC gene that leads to early onset of colon carcinoma.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* Retinoblastoma in young children is an inherited cancer</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Lifestyle factors</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">The incidence of lung cancer is highly correlated with smoking. Source:NIH.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">The incidence of lung cancer is highly correlated with smoking. Source:NIH.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">The most consistent finding, over decades of research, is the strong association between tobacco use and cancers of many sites. Hundreds of epidemiological studies have confirmed this association. Further support comes from the fact that lung cancer death rates in the </span><st1:country-region><st1:place><span lang="EN-US">United States</span></st1:place></st1:country-region><span lang="EN-US"> have mirrored smoking patterns, with increases in smoking followed by dramatic increases in lung cancer death rates and, more recently, decreases in smoking followed by decreases in lung cancer death rates in men. Lifestyle choices cause cancer: tobacco, diet, exercise, alcohol, tanning choices, and certain sexually transmitted diseases are the major risks. &#8220;Most cancers are related to known lifestyle factors.&#8221;[13]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">There is also a growing body of research that correlates cancer incidence with the lower levels of melatonin produced in the body when people spend more time in bright-light conditions, as happens typically in the well-lit nighttime environments of the more developed countries.[14] This effect is compounded in people who sleep fewer hours and in people who work at night, two groups that are known to have higher cancer rates.[15]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/14/cancer-10-morphology/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cancer (9) - Environmental contributors to cancer pathogenesis</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-9-environmental-contributors-to-cancer-pathogenesis/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-9-environmental-contributors-to-cancer-pathogenesis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 10:33:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health &amp; Care]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-9-environmental-contributors-to-cancer-pathogenesis/</guid>
		<description><![CDATA[Physical carcinogens
 
Cancer pathogenesis is traceable back to DNA mutations that impact cell growth and metastasis. Substances that cause DNA mutations are known as mutagens, and mutagens that cause cancers are known as carcinogens. Particular substances have been linked to specific types of cancer. Tobacco smoking is associated with lung cancer and bladder cancer. Prolonged [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US"><o:p></o:p></span><strong><span lang="EN-US">Physical carcinogens</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Cancer pathogenesis is traceable back to DNA mutations that impact cell growth and metastasis. Substances that cause DNA mutations are known as mutagens, and mutagens that cause cancers are known as carcinogens. Particular substances have been linked to specific types of cancer. Tobacco smoking is associated with lung cancer and bladder cancer. Prolonged exposure to radiation, particularly ultraviolet radiation from the sun, leads to melanoma and other skin malignancies. Breathing asbestos fibers is associated with mesothelioma.</span><span id="more-23"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Many mutagens are also carcinogens, but some carcinogens are not mutagens. Examples of carcinogens that are not mutagens include alcohol and estrogen. These are thought to promote cancers through their stimulating effect on the rate of cell mitosis. Faster rates of mitosis increasingly leave less opportunities for repair enzymes to repair damaged DNA during DNA replication, increasing the likelihood of a genetic mistake. A mistake made during mitosis can lead to the daughter cells receiving the wrong number of chromosomes, which leads to aneuploidy and may lead to cancer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Viral infections</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Furthermore, many cancers originate from a viral infection; this is especially true in animals such as birds, but also in humans, as viruses are responsible for 15% of human cancers worldwide. The main viruses associated with human cancers are human papillomavirus, hepatitis B virus, Epstein-Barr virus, and human T-lymphotropic virus. Experimental and epidemiological data imply a causative role for viruses and they appear to be the second most important risk factor for cancer development in humans, exceeded only by tobacco usage.[12] The mode of virally-induced tumors can be divided into two, acutely-transforming or slowly-transforming. In acutely transforming viruses, the viral particles carry a gene that encodes for an overactive oncogene called viral-oncogene (v-onc), and the infected cell is transformed as soon as v-onc is expressed. In contrast, in slowly-transforming viruses, the virus genome is inserted, especially as viral genome insertion is an obligatory part of retroviruses, near a proto-oncogene in the host genome. The viral promoter or other transcription regulation elements in turn cause overexpression of that proto-oncogene, which in turn induces uncontrolled cellular proliferation. Because viral genome insertion is not specific to proto-oncogenes and the chance of insertion near that proto-oncogene is low, slowly-transforming viruses have very long tumor latency compared to acutely-transforming viruses, which already carry the viral oncogene.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Bacterial infections</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p> </o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 10.5pt; font-family: Century" lang="EN-US">In addition to viruses, researchers have noted a connection between bacteria and certain cancers. For example, researchers have found that stomach, and other forms of gastric cancer are now believed linked with infection by the bacterium H.Pylori. A number of researchers are also investigating the contribution of small, cell wall-deficient bacteria known as Mycoplasma to cancer pathogenesis.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-9-environmental-contributors-to-cancer-pathogenesis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cancer (8) - Non-mutational genetic alterations that lead to cancer</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-8-non-mutational-genetic-alterations-that-lead-to-cancer/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-8-non-mutational-genetic-alterations-that-lead-to-cancer/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 10:31:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health &amp; Care]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-8-non-mutational-genetic-alterations-that-lead-to-cancer/</guid>
		<description><![CDATA[Aneuploidy
Down syndrome patients, who have an extra Chromosome 21, are known to develop malignancies such as leukemia and testicular cancer, though the reasons for this difference are not well understood. Characteristic changes in the copy number of particular chromosomes and chromosomal segments are seen in acute myeloid leukemia. These changes are so well-defined that they [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US"><o:p></o:p></span><strong><span lang="EN-US">Aneuploidy</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p></o:p>Down syndrome patients, who have an extra Chromosome 21, are known to develop malignancies such as leukemia and testicular cancer, though the reasons for this difference are not well understood. Characteristic changes in the copy number of particular chromosomes and chromosomal segments are seen in acute myeloid leukemia. These changes are so well-defined that they are used for prognostication in acute myeloid leukemia.</span><span id="more-22"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Translocations</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Translocations are characteristic changes in chromosomes where portions of the human genome exchange locations on different chromosomes. The most famous example of this is the </span><st1:city><st1:place><span lang="EN-US">Philadelphia</span></st1:place></st1:city><span lang="EN-US"> chromosome, a translocation of chromosomes 9 and 22, which brings the genes [[bcr]] and [[abl]] in close apposition. The constitutive activation of the [[abl]] tyrosine kinase gene by [[bcr]] is known to give rise to chronic myeloid leukemia. The pharmaceutical product, Gleevec, targets the [[abl]] kinase and specifically inhibits that tyrosine kinase, leading to prolonged remissions in that disease.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Biochemical explanations of cancer pathogenesis</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Malignant tumor cells have distinct properties:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* evading apoptosis</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* unlimited growth potential (immortalitization) due to overabundance of telomerase</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* self-sufficiency of growth factors</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* insensitivity to anti-growth factors</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* increased cell division rate</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* altered ability to differentiate</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* no ability for contact inhibition</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* ability to invade neighbouring tissues</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* ability to build metastases at distant sites</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>Ã‚Â Ã‚Â Ã‚Â  </span>* ability to promote blood vessel growth (angiogenesis)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">A cell that degenerates into a tumor cell does not usually acquire all these properties at once, but its descendent cells are selected to develop them. This process is called clonal evolution. A first step in the development of a tumor cell is usually a small change in the DNA, often a point mutation, which leads to a genetic instability of the cell. The instability can increase to a point where the cell loses whole chromosomes, or has multiple copies of several. Also, the DNA methylation pattern of the cell changes, activating and deactivating genes without the usual regulation. Cells that divide at a high rate, such as epithelial cells, show a higher risk of becoming tumor cells than those which divide less, for example neurons.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-8-non-mutational-genetic-alterations-that-lead-to-cancer/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cancer (7) - Tumor suppressor genes</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-7-tumor-suppressor-genes/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-7-tumor-suppressor-genes/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 10:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health &amp; Care]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-7-tumor-suppressor-genes/</guid>
		<description><![CDATA[Tumor suppressor genes code for anti-proliferation signals and proteins that suppress mitosis and cell growth. Generally, tumor suppressors are transcription factors that are activated by cellular stress or DNA damage. Often DNA damage will cause the presence of free-floating genetic material as well as other signs, and will trigger enzymes and pathways which lead to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US"><o:p></o:p></span><span lang="EN-US">Tumor suppressor genes code for anti-proliferation signals and proteins that suppress mitosis and cell growth. Generally, tumor suppressors are transcription factors that are activated by cellular stress or DNA damage. Often DNA damage will cause the presence of free-floating genetic material as well as other signs, and will trigger enzymes and pathways which lead to the activation of tumor suppressor genes. The functions of such genes is to arrest the progression of the cell cycle in order to carry out DNA repair, preventing mutations from being passed on to daughter cells. The p53 protein, one of the most important studied tumor suppressor gene, is a transcription factor activated by many cellular stressors including hypoxia and ultraviolet radiation damage.</span><span id="more-21"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Despite nearly half of all cancers possibly involving alterations in p53, its tumor suppressor function is poorly understood. p53 clearly has two functions: one a nuclear role as a transcription factor, and the other a cytoplasmic role in regulating the cell cycle, cell division, and apoptosis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">The Warburg effect is the preferential use of glycolysis for energy to sustain cancer growth. p53 has been shown to regulate the shift from the respiratory to the glycolytic pathway. [10]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">However, a mutation can damage the tumor suppressor gene itself, or the signal pathway which activates it, &#8220;switching it off&#8221;. The invariable consequence of this is that DNA repair is hindered or inhibited: DNA damage accumulates without repair, inevitably leading to cancer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Mutations of tumor suppressor genes that occur in germ-line cells are passed along to offspring, and increase the likelihood for cancer diagnoses in subsequent generations. Members of these families have increased incidence and decreased latency of multiple tumors. The tumor types are typical for each type of tumor suppressor gene mutation, with some mutations causing particular cancers, and other mutations causing others. The mode of inheritance of mutant tumor suppressors is that an affected member inherits a defective copy from one parent, and a normal copy from the other. For instance, individuals who inherit one mutant p53 allele (and are therefore heterozygous for mutated p53) can develop melanomas and pancreatic cancer, known as Li-Fraumeni syndrome. Other inherited tumor suppressor gene syndromes include Rb mutations, linked to retinoblastoma, and APC gene mutations, linked to adenopolyposis colon cancer. adenopolyposis colon cancer is associated with thousands of polyps in colon while young, leading to colon cancer at a relatively early age. Finally, inherited mutations in BRCA1 and BRCA2 lead to early onset of breast cancer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Knudson &#8220;two-hit&#8221; hypothesis</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Development of cancer was proposed in 1973 to depend on at least two mutational events. In what became known as the Knudsen two-hit hypothesis, an inherited, germ-line mutation in a tumor suppressor gene would only cause cancer if another mutation event occured later in the organism&#8217;s life, inactivating the other allele of that tumor suppressor gene.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Usually, oncogenes are dominant, as they contain gain-of-function mutations, while mutated tumor suppressors are recessive, as they contain loss-of-function mutations. Each cell has two copies of the same gene, one from each parent, and under most cases gain of function mutations in just one copy of a particular proto-oncogene is enough to make that gene a true oncogene. On the other hand, loss of function mutations need to happen in both copies of a tumor suppressor gene to render that gene completely non-functional. However, cases exist in which one mutated copy of a tumor suppressor gene can render the other, wild-type copy non-functional. This phenomenon is called the dominant negative effect and is observed in many p53 mutations.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">KnudsonÃ¢â‚¬â„¢s two hit model has recently been challenged by several investigators. Inactivation of one allele of some tumor suppressor genes is sufficient to cause tumors. This phenomenon is called haploinsufficiency and has been demonstrated by a number of experimental approaches. Tumors caused by haploinsufficiency usually have a later age of onset when compared with those by a two hit process.[11]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/13/cancer-7-tumor-suppressor-genes/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cancer (6) - Other causes of cancer</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-6-other-causes-of-cancer/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-6-other-causes-of-cancer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 11:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health &amp; Care]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-6-other-causes-of-cancer/</guid>
		<description><![CDATA[ A few types of cancer in non-humans have been found to be caused by the tumor cells themselves. This phenomenon is seen in Sticker&#8217;s sarcoma, also known as canine transmissible venereal tumor.[7] The closest known analogue to this in humans is individuals who have developed cancer from tumors hiding inside organ transplants.
Ã‚Â Molecular biology
Cancers [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="EN-US"><o:p> </o:p>A few types of cancer in non-humans have been found to be caused by the tumor cells themselves. This phenomenon is seen in Sticker&#8217;s sarcoma, also known as canine transmissible venereal tumor.[7] The closest known analogue to this in humans is individuals who have developed cancer from tumors hiding inside organ transplants.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Molecular biology</span></strong></p>
<p><span lang="EN-US">Cancers are caused by a series of mutations. Each mutation alters the behavior of the cell somewhat.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Carcinogenesis, which means the initiation or generation of cancer, is the process of derangement of the rate of cell division due to perturbations in normal cellular regulatory processes. Molecular biology, the study of genetics using modern techniques such as gene cloning, seeks to explain the etiology of cancer in terms of the genetic changes that underlie cancer.</span><span id="more-20"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>It is impossible to tell the initial cause for any specific cancer. However, with the help of molecular biological techniques, it is possible to characterize the mutations or chromosomal aberrations within a tumor, and rapid progress is being made in the field of predicting prognosis based on the spectrum of mutations in some cases. For example, some tumors have a defective p53 gene. Changes in the sequence of this gene, known as mutations, are associated with a poor prognosis in many different cancer patients, since those tumor cells are less likely to go into apoptosis or programmed cell death when damaged by therapy. Telomerase mutations remove additional barriers, extending the number of times a cell can divide. Other mutations enable the tumor to grow new blood vessels to provide more nutrients, or to metastasize, spreading to other parts of the body.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>In order for cells to fail to regulate normal growth and division, [[genes] which regulate cell growth must be damaged. The two key concepts of the molecular biology approach to cancer pathogenesis are encompassed by the oncogene and thetumor suppressor gene. Oncogenes are genes which are normally inactive, but when activated can promote cell growth and mitosis, a process of cell division. Tumor suppressor genes, on the other hand, are usually active in the normal cell, and usually discourage cell growth, or temporarily halt cell division in order to carry out DNA repair after DNA damage. Damage to tumor suppressor genes is often observed in the development of malignancies. Typically, a series of several mutations to these genes are required before a normal cell transforms into a cancer cell.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Oncogenes</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Oncogenes promote cell growth through a variety of ways. Many can produce hormones, a &#8220;chemical messenger&#8221; between cells which encourage mitosis, the effect of which depends on the signal transduction of the receiving tissue or cells. In other words, when a hormone receptor on a recipient cell is stimulated, the signal is conducted from the surface of the cell to the cell nucleus to effect some change in gene transcription regulation at the nuclear level. Some oncogenes are part of the signal transduction system itself, or the signal receptors in cells and tissues themselves, thus controlling the sensitivity to such hormones. Oncogenes often produce mitogens, or are involved in transcription of DNA in protein synthesis, which creates the proteins and enzymes responsible for producing the products and biochemicals cells use and interact with.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Mutations in proto-oncogenes, which are the normally quiescent counterparts of oncogenes, can modify their expression and function, increasing the amount or activity of the product protein. When this happens, the proto-oncogenes become oncogenes, and this transition upsets the normal balance of cell cycle regulation in the cell, making uncontrolled growth possible. The chance of cancer cannot be reduced by removing proto-oncogenes from the genome, even if this were possible, as they are critical for growth, repair and homeostasis of the organism. It is only when they become mutated that the signals for growth become excessive.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Ras oncogene</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>One of the first oncogenes to be defined in cancer research is the ras oncogene. Mutations in the Ras family of proto-oncogenes (comprising H-Ras, N-Ras and K-Ras) are very common, being found in 20% to 30% of all human tumours.[8] Ras was originally identified in the Harvey sarcoma virus genome, and researchers were surprised that not only was this gene present in the human genome but that, when ligated to a stimulating control element, could induce cancers in cell line cultures.[9]</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-6-other-causes-of-cancer/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cancer (5) - Causes and pathophysiology</title>
		<link>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-5-causes-and-pathophysiology/</link>
		<comments>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-5-causes-and-pathophysiology/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 11:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bud's</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Health &amp; Care]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-5-causes-and-pathophysiology/</guid>
		<description><![CDATA[Main article: Carcinogenesis
Ã‚Â Origins of cancer
Ã‚Â The origin, or etiology of cancer can be approached from many different perspectives. What follows below is a summary of several different lines of scientific inquiry into the cause of cancer. One or all of these theories may explain the development of any given cancer.
Ã‚Â Cell dynamic theories
Ã‚Â Cell [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span lang="EN-US">Main article: Carcinogenesis<o:p></o:p></span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span><strong><span lang="EN-US">Origins of cancer<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>The origin, or etiology of cancer can be approached from many different perspectives. What follows below is a summary of several different lines of scientific inquiry into the cause of cancer. One or all of these theories may explain the development of any given cancer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span><strong><span lang="EN-US">Cell dynamic theories<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>Cell division or cell proliferation is a physiological process that occurs in almost all tissues and under many circumstances. Normally the balance between proliferation and apoptosis, or programmed cell death, is tightly regulated to ensure the integrity of organs and tissues. Imbalances in the rates of cell division and</span><span id="more-19"></span><span lang="EN-US"> cell death can lead to tumor growth in a tissue. Other events are usually required before metastasis can occur. Locally expansile tumors can also cause severe problems when they grow in certain locations, such as the head or airway.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p></span><strong><span lang="EN-US">Natural selection and cancer<o:p></o:p></span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><o:p>Ã‚Â </o:p>The process of malignancy can be explained from an evolutionary perspective. Millions of years of biological evolution insure that the cellular metabolic changes that enable cancer to grow occur only very rarely. Most changes in cellular metabolism that allow cells to grow in a disorderly fashion lead to cell death. For example, the regulatory tumor suppressor gene, p53, causes the cell to enter programmed cell death when DNA damage occurs. Usually, the aquisition of multiple changes is necessary for a cell to enter a malignant state, such as metastasis-enabling DNA damage in the context of faulty p53. Considering the number of cell division events throughout the human lifetime, the number of errors that occur that lead to cancer is vanishingly slim. Cancer cells undergo a natural selection process, acquiring metabolic alterations so they can outcompete normal body cells for nutrients and oxygen. Tumors are thought to be clonal, in the sense that they probably start from a single, disorderly cell. The tumor continues to evolve due to chemotherapy treatments, and on occasion aberrant cells may acquire resistance to particular anti-cancer pharmaceuticals.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabat.menin1eastwing.com/2007/06/12/cancer-5-causes-and-pathophysiology/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
